Kamis, 01 September 2011

Puji-Pujian


Maz 68 pujian kemenangan
Raja Daud! Di tengah badai menerpa, ia mengetahui bahwa Allah layak untuk dipuji. Jelas bahwa ketika ia menulis kata-kata ini, ia berada di tempat yang penuh luka dan kerinduan. Jiwa dan tubuh Daud rindu untuk “meminum” Allah lebih dalam lagi. Tapi, di tengah kerinduannya ini, ia mengingat masa-masa dimana ia telah “melihat” kuasa dan kemuliaan Allah. Ia menguatkan dirinya dengan kebenaran akan siapa Allah sebenarnya dan faktanya ialah bahwa Allah terus ada di sana untuk menolongnya.
Jika engkau sedang merasa berada di tanah yang kering dan gersang, peganglah “piala pujian” mu dan biarkan isinya tumpah ke atas kakiNya. Saya yakin bahwa, sebaliknya, engkau akan mendapati bahwa pialamu dipenuhi kembali dengan semua yang engkau butuhkan dariNya! Allah mengundang MempelaiNya ke suatu tempat untuk turut ambil bagian bersamaNya. Kerinduan yang mendalam menghasilkan penyerahan diri yang telah membebaskan umatNya dari hal-hal yang menahan mereka untuk mendapati bahwa kepuasan mereka ada di dalamNya.
Seorang ibu yang sedang menyusui takkan menyerahkan bayinya untuk disusui oleh orang lain, karena ia rindu akan keintiman saat-saat hangat ini bersama bayinya .