Jumat, 29 Juli 2011

KERJA SAMA TIM YANG SEJATI 1 Korintus 9:19-27




Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
1 Korintus 9:25

Olahraga memunculkan hal yang terbaik dan yang terburuk dalam diri seseorang. Berita-berita di media sering berfokus pada hal-hal yang terburuk. Mereka yang berusaha menguatkan para pemain dengan ungkapan, "Yang penting bukan menang atau kalah; tetapi bagaimana Anda bermain dalam pertandingan itu" jarang menjadi berita besar. Walau demikian, ada kalanya hal itu muncul.

Setelah tim bisbol dari Georgia mengalahkan tim dari Jepang dalam Little League World Series (Turnamen bisbol dunia bagi anak-anak usia 11-13 tahun), seorang reporter menulis: "Dunia memilki kesan yang mendalam saat melihat karakter anak-anak dari Warner Robins. Mereka membuktikan kembali bahwa yang penting bukanlah menang atau kalah, tetapi bagaimana Anda memainkan pertandingannya."

Ketika para pemain yang kalah itu menangis, tim yang menang menghentikan perayaan kemenangannya untuk menghibur mereka. "Saya tidak tega melihat mereka menangis," kata si pelempar bola, Kendall Scott, "dan saya hanya ingin mereka tahu jika saya peduli pada mereka." Banyak orang menganggap saat itu sebagai "sikap sportif yang terbaik".

Betapa hal itu mengharukan, tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa olahraga—dilihat dari sisi yang terbaik sekalipun—merupakan metafora yang tidak sempurna dari kekristenan. Dalam olahraga, selalu ada yang kalah. Namun, ketika seseorang dimenangkan bagi Kristus, satu-satunya pihak yang kalah adalah Setan.

Bagi orang Kristen, kerja sama tim yang sejati bukanlah untuk mengalahkan lawan, melainkan memenangkan mereka untuk menjadi bagian dari tim kita (1 Kor. 9:19-22).